Muda dan Anti-Bidah: Penyebaran Gagasan Salafi di Kalangan Anak Muda

Arfan & Oktaviani, Muda dan Anti-Bidah: Penyebaran Gagasan Salafi di Kalangan Anak Muda (Muarojambi: Sutha Press, 2025)

ISBN: 978-623-10-7598-7 | Perpusnas ID: 1192966

“Alur ceritanya detail, menguliti perjalanan dan perkembangan Salafisme di salah satu daerah Melayu. Membongkar teka-teki asal-usul gejala keagamaan ‘baru’ di Jambi. Sebuah karya yang menarik, muda dipahami, dan ‘daging’.”

Adi Iqbal, akademisi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

“Paham keagamaan yang menamakan diri mereka sebagai Salafi, atau dulu dikenal dengan sebutan Wahabi, ikut mewarnai keagamaan mahasiswa di Jambi. Tentu saja ini menarik, karena anak muda tersebut berasal dari kampung, yang secara kultur sudah tertanam pemahaman Islam tradisional, budaya Melayu, dan adaptif dengan adat serta local wisdom Jambi, tetapi kemudian ‘hijrah’. Buku ini menelisik banyak aspek dari penyebaran tersebut.”

Prof. Supian Ramli, akademisi Universitas Jambi

“Berkelompok dengan latar apa pun, termasuk pemikiran keagamaan, adalah pilihan legal selama memiliki pijakan rasional dan sah, baik dari perspektif kesahihan dalil maupun legalitas sosial-politik, utamanya dalam relasi sosial bernegara. Buku ini adalah potret di mana kadang semangat beragama tidak dibarengi dengan pemahaman agama yang cukup, sehingga ditakutkan muncul sekelompok orang yang merasa sebagai tentara Tuhan, padahal berperang dengan musuh yang salah.”

Hermanto Harun, Ph.D., Pengkaji Fiqih Kebangsaan

“Gerakan transnasional Salafi yang berkembang pesat pasca-Orde Baru menuai polemik karena dianggap ahistoris dan membawa kultur Arab ke Indonesia. Eksponen gerakan ini juga sering kali menganggap kelompok Islam di Indonesia adalah pengamal bidah dan sesat, sehingga berkonflik dengan kelompok Islam lain. Namun perkembangan Salafi tetap cukup pesat pada masyarakat urban karena masuk melalui pendidikan, media siaran, hingga dakwah di internet. Buku ini mengambil sisi kaum muda gerakan Salafi untuk mengeksplorasi dinamika gerakan ini di Jambi.”

Ulya Fuhaidah, kandidat Ph.D. di Coventry University, United Kingdom

Arfan adalah dosen Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi | Oktaviani adalah alumna Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi


Comments

2 responses to “Muda dan Anti-Bidah: Penyebaran Gagasan Salafi di Kalangan Anak Muda”

  1. Indah Nur Apriana Avatar
    Indah Nur Apriana

    masya allah sangat termotivasi bapak

  2. Indah Nur Apriana Avatar
    Indah Nur Apriana

    motivasi di balik judul ini untuk menarik perhatian, membentuk identitas, dan menawarkan solusi bagi anak muda yang mungkin merasa kebingungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *