
Rosalinda & Ahmad Tarmizi, Kajian Nahwu di Jambi: Manuskrip Nahwu dan Kitab-kitab Ulama Jambi (Jambi: Sutha Press, 2025)
Nahwu merupakan salah satu ilmu yang terkenal di alam Melayu pada abad ke-19 dan ke-20. Ilmu ini dikategorikan sebagai salah satu cabang tata bahasa Arab tradisional yang dipelajari pada pesantren-pesantren di Indonesia. Buku ini menelusuri kajian nahwu di Jambi melalui pemetaan manuskrip nahwu yang ada di Museum Siginjai dan Museum Gentala Arsy Jambi dan kitab-kitab nahwu karya ulama Jambi, menggunakan edisi teks faksimili terhadap manuskrip nahwu dan melalui wawancara dengan sejumlah pengurus pondok pesantren.
Manuskrip nahwu koleksi Museum Siginjai dan Gentala Arsy dan kitab nahwu karya ulama Jambi memiliki relasi yang kuat dengan kajian nahwu Timur Tengah. Manuskrip nahwu yang ada di Jambi bukan merupakan karya ulama Jambi, melainkan dibawa oleh ulama dari luar Jambi, khususnya Mekah, seperti Sayyid Abdullah Dahlan dari Mekkah pada 1923, Syeih Said Yamani pada 1924, dan lainnya yang mengajar di Madrasah Nurul Iman. Di samping itu, ada juga manuskrip yang dibawa dari Palembang ke Jambi.
Sementara itu, kitab karya ulama Jambi, yaitu kitab Riyāḍ al-Ṣibyān karya Tuan Guru Qadir dan Sullamul Mubtadiīn kaya Guru Azhari, dipengaruhi kitab Matan Alfiyah Ibn Malik, karena dibuat dalam bentuk bait syair dan nazm seperti halnya alfiyah. Bedanya, kitab Riyāḍ al-Ṣibyān dan Sullamul Mubtadiīn ditransformasi dalam budaya Jambi, yaitu ditulis dalam bahasa Melayu dan aksara Arab Melayu. Menariknya, kitab tersebut didendangkan atau dinazamkan dengan irama lagu indung-indung yang menguatkan identitas budaya Melayu.
Rosalinda adalah dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi | Ahmad Tarmizi adalah dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Leave a Reply