Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman

Ahmad Syukri Saleh, Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman (Jambi: Sutha Press, 2026)

Kebutuhan akan suatu metodologi tafsir Al-Qur’an selalu relevan seiring perkembangan kontemporer yang dihadapi umat Islam. Jika pada masa lalu metode-metode penafsiran tersebut sering kali dirangkum dalam empat jenis, yakni analitis (tahlīlī), perbandingan (muqārin), global (ijmālī), dan tematik (mawdhū’ī), belakangan muncul metode-metode baru seperti hermeneutika bertujuan atau tafsir maqāshīdī serta penafsiran yang memadukan dengan keilmuan baru seperti semiotika.

Salah seorang sarjana Muslim komtemporer yang juga merumuskan metodologi tafsir Al-Qur’an adalah Fazlur Rahman. Disebut sebagai gerakan ganda (double movements), metode tersebut mengusulkan penafsiran pesan Al-Qur’an yang berangkat dari situasi sekarang menuju ke (situasi) era Al-Qur’an diturunkan, kemudian (setelah diketahui konteks historis pesan itu dan disarikan prinsip-prinsip ideal moralnya) kembali lagi kepada situasi sekarang guna mengaplikasikan prinsip tersebut setelah mempertimbangkan perubahan sosial yang ada. Jika gerakan pertama berusaha mengkaji konteks sosial moral umat Islam pada masa Nabi saw. dan menemukan deskripsi yang komprehensif tentang pandangan dunia saat itu, gerakan kedua mencoba meman-faatkan nilai dan prinsip yang umum dan sistematis itu untuk diterapkan ke dalam konteks pembaca Al-Qur’an kontemporer.

Buku ini membahas hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman tersebut secara komprehensif dan kritis. Tidak hanya mengetengahkan rumusan metode gerakan ganda serta mekanisme penerapan dan berbagai contohnya, buku ini juga menghadirkan berbagai kritik dari para sarjana lain serta memberikan ulasan kritis atas metode usulan Rahman tersebut.

Ahmad Syukri Saleh adalah dosen Program Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi


Membaca Al-Qur’an pada tataran perubahan ruang dan waktu membutuhkan metodologi yang mampu mempertemukan kesetiaan terhadap teks dengan kepekaan terhadap realitas. Dalam konteks inilah buku Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman karya Prof. Ahmad Syukri Saleh menemukan relevansinya. Karena itu, buku ini bukan sekadar pengantar terhadap pemikiran Fazlur Rahman, tetapi juga merupakan ajakan intelektual untuk terus mengembangkan metodologi tafsir yang dialogis, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman. Layak menjadi salah satu referensi penting dalam studi Al-Qur’an dan pemikiran Islam kontemporer.”

—Prof. Dr. M. Syahnan Nasution, M.A. guru besar UIN Sumatra Utara


“Kehadiran buku yang berjudul Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman karya Prof. Dr. H. Ahmad Syukri Saleh, M.A. merupakan suatu kegem-biraan dalam dunia intelektual Muslim. Penemuan metode tafsir double movement oleh Fazlur Rahman telah banyak memberi memberi inspirasi kepada intelektual Muslim untuk membaca makna-makna Al-Qur’an secara kontekstual dalam dunia kontemporer yang didasarkan analisis pada konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.”

—Prof. Dr. M. Hasbi Amiruddin, M.A., guru besar (purnatugas) UIN Ar-Raniry Banda Aceh


“Karya Prof. Ahmad Syukri Saleh, Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman, ini hadir sebagai oase intelektual di tengah diskursus metodologi tafsir kontemporer yang semakin berkembang pesat. Gagasan double movement Fazlur Rahman diuraikan secara sistematis untuk menjembatani historisitas teks suci di masa lalu dengan realitas kekinian tanpa kehilangan pijakan moralitas Al-Qur’an. Karya ini menjadi sebuah bacaan wajib bagi para akademisi, mahasiswa, dan peminat kajian pemikiran Islam untuk merespons tantangan zaman secara kritis dan progresif.”

—Prof. Dr. Zulkifli, M.A., guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *