Hizbut Tahrir Indonesia: Kemunculan, Gerakan, dan Pembubaran

Agus Salim, Hizbut Tahrir Indonesia: Kemunculan, Gerakan, dan Pembubaran (Jambi: Sutha Press, 2025)

Buku ini berupaya membingkai pembahasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam sebuah siklus kemunculan, pergerakan, hingga pembubarannya dalam kerangka model sturuktur kesempatan politik. Buku ini menguji sejauh mana kesempatan politik, bersama dengan sumber daya dan ideologi gerakan, dapat mempengaruhi hidup dan redupnya gerakan seperti HTI.

Jauh sebelum awal kemunculannya pada 1980-an, HTI sudah lama bergerak melalui halaqah-halaqah kampus umum di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Melalui strategi dakwah politik, para aktivis HTI berhasil membangun gerakan “bawah tanah” melalui organisasi-organisasi payung (front organizations) dalam bentuk lembaga dakwah. Dengan struktur kesempatan politik pada awal Reformasi yang terbuka, dan melalui jejaring lembaga dakwah kampus dan luar kampus, HTI kemudian berhasil muncul di ruang publik pada awal 2000-an.

Dari sejarah kemunculan itu, banyak hal bisa dipelajari tentang nasib gerakan tersebut setelah pembubaran. Tidak lama setelah badan hukumnya dicabut, para aktivis HTI meyakinkan publik bahwa gerakan tersebut akan tetap hidup di bawah bendera dakwah Islam, seakan memberikan kesan bahwa sebuah siklus sedang terjadi: gerakan tersebut mengulang kembali strategi dakwah politik yang pernah mereka pakai pada masa Orde Baru dulu. Tentu saja kenyataannya tidak sesederhana itu, karena HTI setelah pembubaran tidak lagi sama dengan HTI sebelum kemunculannya. Sebagaimana yang dibahas di dalam buku ini, ada strategi lain yang ditempuh para aktivis tersebut untuk mempertahankan eksistensi HTI di bawah tekanan struktur politik yang cukup tertutup pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Agus Salim adalah dosen Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *